Salam dari Menoreh

30 03 2010

Para pembaca yang budiman,

Blog yang anda baca ini adalah sebuah blog yang dikelola oleh sebuah koperasi petani hutan di kawasan Pegunungan Menoreh.  Koperasi ini disebut dengan nama Koperasi Wana Lestari Menoreh (KWLM).  Sesuai dengan namanya, koperasi ini didirikan dengan berbekal semangat untuk melestarikan hutan dan sekaligus meningkatkan tingkat perekonomian petani hutan di kawasan Menoreh.

Kawasan Pegunungan Menoreh adalah sebuah kawasan perbukitan yang membujur di batas barat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Propinsi Jawa Tengah.  Letaknya berada diantara Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Magelang.  Kawasan perbukitan ini merupakan kawasan berhutan yang menjadi sumber mata air bagi beberapa sungai yang mengalir di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.  Secara historis dan budaya, kawasan ini merupakan kawasan penting yang terkait dengan budaya Mataram.  Begitu pentingnya hingga Menoreh juga digunakan sebagai tema sentral dalam karya sastra bernuansa sejarah rekaan S.H. Mintardja, yaitu “Api di Bukit Menoreh”.

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan tekanan pembangunan yang eksploitatif, kawasan hutan penting di Menoreh perlahan mulai mengalami degradasi.  Hutan-hutan alam telah berganti dengan kebun monokultur dan hutan pinus yang rakus air.  Daerah perbukitan curam yang relatif rentan akan bahaya erosi ini pun mulai tergerus ketika air hujan yang turun tak lagi mampu diserap oleh tanah.  Selain ancaman degradasi hutan, di sisi lain kawasan ini juga merupakan wilayah sub-urban yang cenderung rendah tingkat perekonomiannya.  Warga desa di usia produktif lebih banyak yang memilih untuk bekerja di kota dibandingkan meneruskan tradisi pertanian dan membangun kampung halamannya.  Akibatnya kawasan Menoreh kini hanya menjadi kawasan tertinggal.

Dengan kondisi ini, beberapa warga desa di Menoreh bersepakat untuk merubah keadaan.  Menoreh tak harus menjadi kawasan perkampungan yang selalu ditinggalkan warganya.  Kerusakan hutan harus diperbaiki.  Tingkat perekonomian petani hutan yang mendominasi populasi penduduk Menoreh pun harus dapat ditingkatkan.  Kesepakatan ini akhirnya berbuah pada terbentuknya koperasi petani hutan di kawasan Menoreh.  Dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan, koperasi petani hutan ini pun mulai bekerja.  Bukan koperasi unit desa, bukan pula koperasi simpan pinjam yang dikembangkan.  Tapi sebuah koperasi untuk membangun hutan dan meningkatkan perekonomian petani.  Produk utamanya adalah hasil hutan berupa kayu (jati, mahoni, sengon, dan sonokeling), tanaman herbal, produk pertanian organik, dan hewan ternak.

Semoga cita-cita mulia ini dapat terwujud nyata …

Advertisements