Rumah Penjemuran Empon-Empon KWLM

7 04 2011

Sudah hampir 2 tahun ke belakang ini, Jogja selalu diguyur hujan. Cuaca tidak menentu. Panas matahari tetapi tiba-tiba mendung,kemudian turun hujan sebentar lalu panas kembali. Begitu berlangsung setiap hari. Tentu saja hal ini membuat pusing para petani yang ingin menjemur hasil panennya.

Tidak terkecuali unit usaha Pertanian KWLM. Usaha utama di bidang penjualan empon-empon kering seperti kunyit, jahe dan temulawak selama ini mengandalkan terik matahari untuk pengeringannya. Biasanya per tahun KWLM mampu memproduksi hampir 4 ton kunyit kering, 1 ton jahe kering dan 5 ton temulawak kering. Dengan cuaca seperti ini, praktis selama hampir 2 tahun tidak bisa melakukan pengeringan dengan optimal.

Ibu Herni Saraswati, Manager unit usaha Pertanian KWLM tidak kehilangan akal. Untuk mengatasi mendung dan hujan, beliau berinisiatif membuat rumah penjemuran dengan design beratap dari fiber, sehingga sinar matahari yang masuk semakin panas, sementara jika hujan, tidak perlu mengangkat produk yang sedang dijemur. Sederhana dan praktis.

Dengan model penjemuran ini diharapkan akan meminimalisasi kerusakan produk saat penjemuran di cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.

Semoga berhasil ibu Herni…..

Tempat penjemuran empon-empon

Ibu Herni yang sedang menjemur empon-empon

Advertisements




Menuai Empon (rempah-rempah) (2)

26 01 2011

Empon-empon yang bayak diminati adalah jenis simplycia kunir dan jahe. Perdagangan empon yang sudah membudaya di Kulon Progo melalui Koperasi Wana Lestari Menoreh kini melakukan pemasasarannya dengan bakul lokal dan PT. Poros Nusantara Utama, Yogyakarta.





Menuai Empon (rempah-rempah) (1)

21 08 2010

Memindah, memilah dan sortir empon-empon

Pengepakkan empon-empon kering, siap dipasarkan

Memandu untuk inventarisasi tumbuhan empon-empon

kegiatan pelatihan pengolahan empon-empon